Menemukanmu
Diantara perjalanan yg berdebu namun tersirat kilau
Murni terpantul dari dirimu.
Menemukanmu
Ketika lelahku hampir terlelap
Seruakkan semangat baru meski dalam lembar yg lama
Menemukanmu saat tergugu sendu
Sunggingkan ceria yg terpendam lama
Walau sedikit terkesan memelas
Telah kutemukan kau, kamu, dan dirimu
Diantara hariku yg terseok merambat
Penantian ini telah usai, terhenti
Namun perjalananku masih terus berlanjut
Berjalan kearahmu, menuju hanya padamu
Kekasihku
Jakarta, 6 Mei 2010
Sabtu, 04 Agustus 2012
EPISODE PENANTIAN 2
Kuncup hati tak kunjung merekah
Terbiar begitu saja
Saat menunggu hadirmu yang entah bila
Ku kuak saja kelopak lembutnya
Memaksanya mekar
Agar dapat kunikmati sepoinya angin dan cahaya
Yang menembus masuk hinnga ke palung terdalam
Hambar...
Senyap berkumandang
Mengapa kau jua tak kunjung datang
Wahai kumbang tersayang
Lupakah pada kuntumku yang pernah kau kecup
Terabaikah maduku yang sudah kau teguk
Lalu mengapa ?
Kemudian hanya tangis kau cipta
Pada tiap helai kelopakku yang akhirnya renta
Dan luruh bersama panggilan masa
Kini hanya bisa bercerita pada kupu kupu
Tentang penantian yang memanggil haru
Lewat gemulaiku yang di hembus bayu
Melalui titik embun yg meluruh kala surya menyapaku
Lalu sang kupu mengecup hangat pucuk asaku
Berharap bisa sampaikan sekelumit semangatnya padaku
Agar tetap menjadi bunga di taman rindu
Sembari menunggu berita dari yang aku mau
Lalu bisik kupu kupu syahdu di telingaku
" Kau adalah hidupku , jadi jangan pernah layu "
Sejenak sayu lalu tumbuh semangat baru
Demi esok yang masih abu abu
Jakarta, 13 April 2010
Terbiar begitu saja
Saat menunggu hadirmu yang entah bila
Ku kuak saja kelopak lembutnya
Memaksanya mekar
Agar dapat kunikmati sepoinya angin dan cahaya
Yang menembus masuk hinnga ke palung terdalam
Hambar...
Senyap berkumandang
Mengapa kau jua tak kunjung datang
Wahai kumbang tersayang
Lupakah pada kuntumku yang pernah kau kecup
Terabaikah maduku yang sudah kau teguk
Lalu mengapa ?
Kemudian hanya tangis kau cipta
Pada tiap helai kelopakku yang akhirnya renta
Dan luruh bersama panggilan masa
Kini hanya bisa bercerita pada kupu kupu
Tentang penantian yang memanggil haru
Lewat gemulaiku yang di hembus bayu
Melalui titik embun yg meluruh kala surya menyapaku
Lalu sang kupu mengecup hangat pucuk asaku
Berharap bisa sampaikan sekelumit semangatnya padaku
Agar tetap menjadi bunga di taman rindu
Sembari menunggu berita dari yang aku mau
Lalu bisik kupu kupu syahdu di telingaku
" Kau adalah hidupku , jadi jangan pernah layu "
Sejenak sayu lalu tumbuh semangat baru
Demi esok yang masih abu abu
Jakarta, 13 April 2010
EPISODE PENANTIAAN 1
Tadi
Menitip salam sayang pada bayu pagi
Berharap sampaikan pada rindumu yang biru
Telah kusampaikan pada mentari
Agar memelukmu hangat
Karena tak ingin peluhmu menari
Saat tiada jemariku yang mengusap
Setiap hela mu adalah rinduku
Setiap langkahku adalah penantianmu
Setiap hasratku adalah inginmu
Namun
Waktu tak memilihku sayang,
Bahkan tak sedikitpun menoleh pandang
Biar
Ku endapkan saja cinta yang membara
Hingga menyatu dalam setiap rasa
Ku bingkai dengan kasih yang tiada tara
Agar tak terdera oleh masa
Kini
Menatap malam dalam kelam
Coba menembus sabit yang sempurna
Berharap terbawa ke alam mimpi
Agar dapat sampaikan kecupanku sebentar tadi
Dikeningmu
Yang ku tumpangkan pada kunang kunang
Temanimu menyambut elegi mimpi
Untuk tetap bertahan esok hari
Demi kasih ini hingga akhir nanti
Jakarta, 11 April 2010
Menitip salam sayang pada bayu pagi
Berharap sampaikan pada rindumu yang biru
Telah kusampaikan pada mentari
Agar memelukmu hangat
Karena tak ingin peluhmu menari
Saat tiada jemariku yang mengusap
Setiap hela mu adalah rinduku
Setiap langkahku adalah penantianmu
Setiap hasratku adalah inginmu
Namun
Waktu tak memilihku sayang,
Bahkan tak sedikitpun menoleh pandang
Biar
Ku endapkan saja cinta yang membara
Hingga menyatu dalam setiap rasa
Ku bingkai dengan kasih yang tiada tara
Agar tak terdera oleh masa
Kini
Menatap malam dalam kelam
Coba menembus sabit yang sempurna
Berharap terbawa ke alam mimpi
Agar dapat sampaikan kecupanku sebentar tadi
Dikeningmu
Yang ku tumpangkan pada kunang kunang
Temanimu menyambut elegi mimpi
Untuk tetap bertahan esok hari
Demi kasih ini hingga akhir nanti
Jakarta, 11 April 2010
FROM BENZENA ZACKY TO SOMEONE
Laraku membeku
Tak lagi berdetak
Walau kau tunggangi dengan ego dan kuasamu
Lupakan saja kepuasanmu
Karena takkan kau temukan lagi
Rona itu dimataku
Yang tinggal hanyalah bara nelangsa
Semakin memerah
Seiring membirunya langit langit jiwaku
Menyingkirlah
Bahkan tak ingin kucium aroma anginmu
Yang bisa melumpuhkan dan merusak sendi sendi hatiku
Agar dapat kuhirup kebebasan yang yang tak lagi semu
Saat cinta baru bertandang hadir dalam hariku
Jakarta, 10 april 2010
Tak lagi berdetak
Walau kau tunggangi dengan ego dan kuasamu
Lupakan saja kepuasanmu
Karena takkan kau temukan lagi
Rona itu dimataku
Yang tinggal hanyalah bara nelangsa
Semakin memerah
Seiring membirunya langit langit jiwaku
Menyingkirlah
Bahkan tak ingin kucium aroma anginmu
Yang bisa melumpuhkan dan merusak sendi sendi hatiku
Agar dapat kuhirup kebebasan yang yang tak lagi semu
Saat cinta baru bertandang hadir dalam hariku
Jakarta, 10 april 2010
RENIK ASA
Semilir duka berhembus
Menyapa tangkai hati yang kian renta
Sampaikan nada pilu dari jiwa yang resah
Sungguhkah tertopang beban rasa ini ?
Tiada lagi airmata peluruh nestapa
Hilang sudah isak yang membunuh lara
Kini
Kulangkahkan asaku
Pada sejauh hati memandang
Semoga masih ada sekilas lambaian
Dan cinta ikhlas terpendam
Ya..semoga saja
Karena letihku telah jera
Jakarta, 10 April 2010
Menyapa tangkai hati yang kian renta
Sampaikan nada pilu dari jiwa yang resah
Sungguhkah tertopang beban rasa ini ?
Tiada lagi airmata peluruh nestapa
Hilang sudah isak yang membunuh lara
Kini
Kulangkahkan asaku
Pada sejauh hati memandang
Semoga masih ada sekilas lambaian
Dan cinta ikhlas terpendam
Ya..semoga saja
Karena letihku telah jera
Jakarta, 10 April 2010
LAKUMU
Jika esok mata indahku tak mengerjap lagi
Siapa yang tau
Bila nanti senyumku membeku
Akankah kau juga tau
Tak seorangpun tahu apa yang akan terjadi esok
Namun
Tak tahukah kau
Beratus kemarin kau telah membuatku menangis
Dan hari ini
Aku hampir tewas bersama isakku
Dalam sepi
Perdulikah kau pada setiap rasa ini?
Jakarta, 10 april 2010
Siapa yang tau
Bila nanti senyumku membeku
Akankah kau juga tau
Tak seorangpun tahu apa yang akan terjadi esok
Namun
Tak tahukah kau
Beratus kemarin kau telah membuatku menangis
Dan hari ini
Aku hampir tewas bersama isakku
Dalam sepi
Perdulikah kau pada setiap rasa ini?
Jakarta, 10 april 2010
SENANDUNG UNTUK TERCINTAKU
Setiap bulir airmataku adalah harap
Yang pintunya tak kunjung terkuak
Setiap sesak isakku adalah doa
Yang ingin saksikan binar bahagia di sekujur duniamu
Setiap tatapku adalah cinta
karena hanya itu yang aku ada
Dan tak akan sirna bersama hilangnya masa
Dan
Setiap sentuhanku adalah rindu
Mustahil khianat itu bertamu
Cintaku
Jangan pernah jemarimu ragu
Menggenggam apa yang telah menjadi milik kita
Dihatimu dan hatiku
Selamanya
Jakarta, 10 april 2010
Yang pintunya tak kunjung terkuak
Setiap sesak isakku adalah doa
Yang ingin saksikan binar bahagia di sekujur duniamu
Setiap tatapku adalah cinta
karena hanya itu yang aku ada
Dan tak akan sirna bersama hilangnya masa
Dan
Setiap sentuhanku adalah rindu
Mustahil khianat itu bertamu
Cintaku
Jangan pernah jemarimu ragu
Menggenggam apa yang telah menjadi milik kita
Dihatimu dan hatiku
Selamanya
Jakarta, 10 april 2010
Langganan:
Postingan (Atom)