Sabtu, 04 Agustus 2012

PENCARIAN YANG TERLUPAKAN (Nyanyian "dolphin ft zee peri senja ')

Hatiku hatimu hati mereka
Aku tak tahu
Semua kelabu
Ambigu

Berbicara pada hatiku yang kelabu
Tak kunjung berujung bisu itu
Ku tanya hatimu yang abu abu
Tak pernah ada haru yang membiru
Ku tilik hati mereka
Tiada pesona apalagi makna
Bagaimana ku tahu ?

Dia menyatakan cinta
Aku tidakmerona

Dia pergi
Kemana air mataku..

Saat rintik hujan berhenti
awan tetap kelabu

Lantas mana pelangi yang dijanjikan langit setelah hujan
Lagi lagi
langit berdusta

Ku tak ingin hatiku menyatu dalam ragu
Apalagi membisu
Sendu
Hingga gerogoti usangnya hati nan rapuh
Terluka berdarah
Saat tapaki jejak langkah yang kian terseok
Selaras dukaku menjiwa

Hei !
Apakah hati itu merah
Merah itu darah
Darah itu luka
Mereka memang tak pernah mengerti maknanya sakit


Ku bujuk hatiku disudut masa
"Berhentilah melara dan nelangsa" rayuku
Ku ingin pencarian hati ini terhenti
walau kan tinggalkan peluh lelah
Seiring runtuhnya pilar pilar asaku yang tanggal
Tuk temukan semayammu dihatiku

Ah..
Aku memang tak pernah tahu
Hatiku, hatimu, hati mereka
Sungguh ku tak tahu

Biarkan tetap ambigu

jakarta, 8 april 2010

HARAPKU BERSAMA RESAH

Ingin rasaku terbang bebas
Walau tetap ku genggam seutas tali kesetiaan
Seperti ketulusan sang merpati
Yang menanti fajar datang
Namun dengan apa semua ini ku topang
Bila cahanya telah muram dan semu
Karena lenteramu tak lagi berkelip di sana

Keresahan menari dipenjuru langit langit asaku
Tidakkah ada nalurimu tuk dengar setiap hentakannya
Kemanakah raibnya pijar kasihmu yang dulunya bercahaya
Sampai ku bersimpuh terlantar menelan setiap nelangsa jiwa
Di bilah bilah labirin waktu yang kian tersisa

Bila ku kepak sayap ini menjauh darimu
Akakankah rasa sanggup dayanya mengharungi benua kehidupan
Karena telah kau hirup seluruh semangat hidupku
Meninggalkan sesak dalam setiap irama tubuhku

Berjuta beriak ku memohon
Lepaskan aku dari belenggu yang begitu menjerat
Jangan siksa lagi serpihan hatiku yg telah meretak
karena..
Hanya itu tuasku untuk bertahan hidup
jangan lagi

Jakarta, 7 April 2010

Rindu sepi merinai

Sepiku kumandangkan tabuhnya
Menggema diseluruh semesta hati dan jiwa
Rindu mencoba mencari rasa yang meluruh
seiring perjalanan waktu

Masihkah
asa menjadi tautan sejati sang penguasa hati
yang nelangsa
Sedangkan bias cinta yang pernah ada
tak mampu kembalikan kamu dalam pelukku


mengapa diam
katakan sesuatu walau sepatah yang rancu
aku membutuhkan suluh tuk membentuk bayangmu
temani mimpi mimpiku
walau ku tahu kau tinggallah semu

bicaralah
walau pergi jadi pilihanmu
jangan menatapku dengan pejammu
karena tak kutemukan isyarat apapun di situ
bicaralah
jangan cium aku dengan beku bibirmu
jangan uji aku dengan diammu

kumohon...

bicaralah

karena sepimu turunkan gerimis rindu
sepanjang waktu

( for someone passed away..ireally missu )

jakarta, 6 april 2010 

KERDIL

Kala bintang menyendiri
Diantara ribuan... terselubung awan
Sang bintang tertanya - tanya
Siapa aku ?
Apa yang kumiliki ?
Milik siapakah aku ?

Tersentak lalu terjaga
Sang bintang berkata,

"Kuharus terima, seberkas sinar mentari
Diantara berjuta saudaraku
Alangkah indah derajatmu
Yang selalu berbagi.. hai sang surya
Sedang kilauku tak gemerlap
cahayaku tak benderang
Walau ikhlas hati ingin berbagi
Sebab aku bukan milikku

 Jakarta, 1 januari 2010

Episode cerita rindu 2

Telaga kasih itu telah kering di hirup kemarau amarah
Aku berdiri diatas retaknya rindu yang hampir berkecai
Sejauh mata memandang hanya terbentang ketandusan jiwa seorang insan
Yang bernama aku

Menitik bulir bening dipipi nuraniku 
Mengalir terus hingga kedasar kalbu
Meresap dikerontangnya sanubari
Tak berbekas walau hanya sekilas lembab

Kembaraku pun menuju kenangan
Siluet bersamamu meliukkan perjalanan kita
Tersandung pada sebuah bongkah kesombongan yang egois
Akhirnya sosokmu membuangku dalam tangis

Masih ku berdiri di retaknya rindu ini
Ingin ku raup menjadi sehalus porselin
Lalu kocorakkan karya cinta yang disulami rindu purnama
Namun...
Hanya sebatas ingin hingga keajaiban menggamit datang
Karena kutahu, rindumu tak lagi bersenandung


Jakarta, 27 Maret 2010

Episode cerita rindu 1

Kulihat dirimu jelas sesosok tegap yang menanti di bawah kelabunya senja
Gelisahmu, gumammu, desahmu, hiasi sebentuk raut
Dengan keteduhan sepasang mata dan rahang yg kokoh
membuatku ingin mengusap lembut mengecup sayang, wajah tercintaku

Kuhampiri dirimu dengan harap dapat kusampaikan rindu yang melara ini
Anggun langkahku mendekatimu perlahan namun pasti
Kucipta senyuman terindah milikku kau hanya diam
Kurengkuh dirimu hangat kau masih membisu
Kukecup pipimu rindu kau tetap dingin
Dan kau pun berlalu sunyi dalam cekam keheningan

Setengah berlari kukejar hingga di sisi bayangmu
Sepi bergayut di bahumu tertawakan gelora di mataku
' Ada apa sayang?'
Kuraih lengan kokohmu yg biasa memelukku
Namun tak tersentuh tak terjangkau tak dapat kuraih

Kau semakin jauh, jauh
Hanya tinggal jejak langkah yang kutangisi tanpa nada
Akankah aku juga akan lebur bersama waktu
Seperti jejakmu di pasir pantai ini yang tersapu ombak
Telah sirnakah aku dari hatimu 

Bersama episode rinduku yang belum tersampaikan

Jakarta, 21 februari 2010

Jeritan Hati Yang Usang

Aku muak dengan mereka
Mereka yang bermuka muka di pentas dunia
Menutupi wajah beringas, sinis, mesum
Dengan topeng kebaikan, kecantikan
Ada senyum yang selalu terpamer
Sedangkan hati ingin membuncah, sarat kebencian

Dasar orang - orang munafik
Tiada letih dalam kamusnya, bersandiwara
Demi kepuasan nafsu yang bertakhta di singgasana jiwa
Demi diraja bermata menyala, bertanduk merah
Katanya..

Mereka menjual wajah lembut nan rupawan
Gemulai gerak dan alunan nada menggoda
Memanipulasi cerita kehidupan
Akhirnya menjadi bumerang tak terelakkan

Aku melihatmu ada di sana
Tak pasti apakah sebagai dalang, wayang
Atau hanya menonton dan berlalu pergi
Sedangkan aku terpaku, terpaksa menyaksikan 
Sandiwara yang berulang - ulang

Dengan bajuku yang hanya sehelai kain usang
Bertambalkan kisah dari negeri kejujuran
Beralas kaki ketegaran yang rentan

Namun begitu, aku harus tetap bertahan
Disini, di dunia kamuflase ini
Demi sebuah kebenaran yang tersimpan
Yang ku yakini akan menang



Jakarta, 17 februari 2010