Meneliti remah remah penantian
membaca segunung asa
yang pernah kau ungkapkan
dulu
Entah tertinggal dimana aku kini
hingga tak dapat kulihat bayangmu
berusaha meraba jejakmu
mencium bau angin yang kau tinggalkan
tetap saja, aku tersesat
Keliru
Jika tak lagi suka, tinggalkanlah
atau inikah caramu mengasihiku
terlantarkan rasaku di sangkar lapuk ini
tinggalkan hatiku yang terluka
bak peri yang kusut sayapnya
meringkuk sepi diluar bingkai kekasihnya
Jakarta, 19 Mei 2010
Minggu, 05 Agustus 2012
MENCARI LETAKKU
Meneliti remah remah penantian
membaca segunung asa
yang pernah kau ungkapkan
dulu
Entah tertinggal dimana aku kini
hingga tak dapat kulihat bayangmu
berusaha meraba jejakmu
mencium bau angin yang kau tinggalkan
tetap saja, aku tersesat
Keliru
Jika tak suka lagi, tinggalkanlah
atau, inikah caramu mengasihiku
terlantarkan rasaku di sangkar lapuk ini
tinggalkan hatiku yang terluka
bak peri yang kusut sayapnya
meringkuk sepi diluar bingkai kekasihnya
membaca segunung asa
yang pernah kau ungkapkan
dulu
Entah tertinggal dimana aku kini
hingga tak dapat kulihat bayangmu
berusaha meraba jejakmu
mencium bau angin yang kau tinggalkan
tetap saja, aku tersesat
Keliru
Jika tak suka lagi, tinggalkanlah
atau, inikah caramu mengasihiku
terlantarkan rasaku di sangkar lapuk ini
tinggalkan hatiku yang terluka
bak peri yang kusut sayapnya
meringkuk sepi diluar bingkai kekasihnya
MASIHKAH
Awalnya seperti sempurna,
rasa, jiwa ; melebur
Muncul kisah dulu, berurai derita,
celaka, malu ; aku
Sontakkan hati, perih
namun terima, tetap mencinta
takkan berubah
ucapmu ; kau
Masihkah aku, walau tak seperti suci peri peri
Masihkah kau
akan menggandengku dengan segala cerita itu
tuk telusuri mimpi kita
Masihkah, kau akan mengecupku bak kupu ?
lembut dan rela mati karena racunku
Masihkah..
Jakarta, 16 April 2010
rasa, jiwa ; melebur
Muncul kisah dulu, berurai derita,
celaka, malu ; aku
Sontakkan hati, perih
namun terima, tetap mencinta
takkan berubah
ucapmu ; kau
Masihkah aku, walau tak seperti suci peri peri
Masihkah kau
akan menggandengku dengan segala cerita itu
tuk telusuri mimpi kita
Masihkah, kau akan mengecupku bak kupu ?
lembut dan rela mati karena racunku
Masihkah..
Jakarta, 16 April 2010
Sabtu, 04 Agustus 2012
MEMELUK MIMPI
Sumringah tawa
Berkejaran di bawah langit senja
Memercik ombak pada jejak - jejak kita
Bercanda pada airmata yang luruh
Kau ; aku
Menyusuri rindang perdu
Menggandeng cinta dan rindu
Rasa tersampaikan hanya lewat pandangan dan senyuman
Kau ; aku
Memeluk malam bersama sama
Dalam dekap kasihmu yg hangat
Bersama manjaku yg ceria
Tak terukur segala rasa yg tercipta antara kita
Luluhkan rindu, leburlah dalam gemulai tarian jiwa
Jakarta, 16 Mei 2010
Berkejaran di bawah langit senja
Memercik ombak pada jejak - jejak kita
Bercanda pada airmata yang luruh
Kau ; aku
Menyusuri rindang perdu
Menggandeng cinta dan rindu
Rasa tersampaikan hanya lewat pandangan dan senyuman
Kau ; aku
Memeluk malam bersama sama
Dalam dekap kasihmu yg hangat
Bersama manjaku yg ceria
Tak terukur segala rasa yg tercipta antara kita
Luluhkan rindu, leburlah dalam gemulai tarian jiwa
Jakarta, 16 Mei 2010
SHILUET GADIS SENJA
Medio 2000
Setiap hari
bila sdh jam 18.00
ia berlari menuju dermaga,
tepatnya di sebuah pelantar dalam dermaga
Tak hirau akan jelingan petugas
yang sudah lali akan ulah rutinnya
hadir di situ saat senja melabuhkan tirainya
'ah,msh sempat' gumamnya
Diapun duduk menjuntai
"5..4..3..2..1.."
lagi2 dia tersenyum puas
akan ketepatan hitungannya dgn tenggelamnya sang surya
ditebarkan pesona senyumnya
yang hanya bsa dinikmati laut dan angin
Berdiri
melangkah pulang
tapi esok dia pasti dtg lagikarena cintanya pada senja
Setiap hari
bila sdh jam 18.00
ia berlari menuju dermaga,
tepatnya di sebuah pelantar dalam dermaga
Tak hirau akan jelingan petugas
yang sudah lali akan ulah rutinnya
hadir di situ saat senja melabuhkan tirainya
'ah,msh sempat' gumamnya
Diapun duduk menjuntai
"5..4..3..2..1.."
lagi2 dia tersenyum puas
akan ketepatan hitungannya dgn tenggelamnya sang surya
ditebarkan pesona senyumnya
yang hanya bsa dinikmati laut dan angin
Berdiri
melangkah pulang
tapi esok dia pasti dtg lagikarena cintanya pada senja
LELAKI DIBALIK JENDELA
Memandang dari balik jendela
rinai yang menjejak bumi
berirama sendu
sesendu hatinya yg kehilanganmu
Memerhati keramaian dari balik jendela
melihat namun kosong
sekosong hidupnya tanpa celotehmu
Menatap malam dari balik jendela
mengenang cerita
menghitung bintang bersamamu
menatapmu dalam setiap kenangannya
dari balik jendela
Hanya begitu inginnya
saat penglihatannya terenggut bersama waktu yg memanggilmu
seolah dgn begitu dia menemukanmu
dibalik jendela..jendela kenangannya
Jakarta, 13 Mei 2010
rinai yang menjejak bumi
berirama sendu
sesendu hatinya yg kehilanganmu
Memerhati keramaian dari balik jendela
melihat namun kosong
sekosong hidupnya tanpa celotehmu
Menatap malam dari balik jendela
mengenang cerita
menghitung bintang bersamamu
menatapmu dalam setiap kenangannya
dari balik jendela
Hanya begitu inginnya
saat penglihatannya terenggut bersama waktu yg memanggilmu
seolah dgn begitu dia menemukanmu
dibalik jendela..jendela kenangannya
Jakarta, 13 Mei 2010
PESAN CINTA (Dialog zee n yoeky roh )
Roh................
Ku gantung kan sayap di tubuh
Terbang menuju ke alam fatamorgana
Dan saat hati berbicara
Kemana akan ku cari seuntai bahagia
Walau tahu semua bagaikan semu
Tetap berharap jadi nyata
Saat ku takut cinta menjadi hampa
Hati hanya mampu mengguman
Walau di relung hati hanya memimpi akan cinta
Zee..................
Terbanglah
Gapai apa yang menjadi inginmu
Kan ku kirim sayap sayapku mengiringimu
Agar tak terjatuh saat milikmu rapuh
Raihlah
Yang semu akan menjadi nyata
Mimpi akan jadi realita
Jika kau terus tangguh dan berusaha
Tersenyumlah
Karena aku ada di sana
Tuk menyambut kedatanganmu
Wahai pengembara
Roh...................
Ku genggam semua rasa mu
Ku rangkul semua dalam hati
Senyumku untuk dunia
Demi hadir kan semua rasa di hati
Ku tanggal kan sayap rapuh ku
Ku pasang sayap pemberian
Terbang menuju singgasana hatiku
Tuk mencari kehidupan
Zee......................
Teruslah terbang dalam pencarianmu
Jadikan rasaku sebagai suluhmu
Ingatlah
Ada tanda di singgasanaku
Sebentuk hati yang menunggumu
Roh......................
Kutunggu rasa mu dalam jiwa
Menanti ia jengukkan wajahnya dalam hatiku
kusematkan kan nama mu dalam aliran darahku
Tuk penghidup raga dan hati yang hampa.
Tunggu hadirku disana wahai peri cinta
Jakarta,14 april 2010
Ku gantung kan sayap di tubuh
Terbang menuju ke alam fatamorgana
Dan saat hati berbicara
Kemana akan ku cari seuntai bahagia
Walau tahu semua bagaikan semu
Tetap berharap jadi nyata
Saat ku takut cinta menjadi hampa
Hati hanya mampu mengguman
Walau di relung hati hanya memimpi akan cinta
Zee..................
Terbanglah
Gapai apa yang menjadi inginmu
Kan ku kirim sayap sayapku mengiringimu
Agar tak terjatuh saat milikmu rapuh
Raihlah
Yang semu akan menjadi nyata
Mimpi akan jadi realita
Jika kau terus tangguh dan berusaha
Tersenyumlah
Karena aku ada di sana
Tuk menyambut kedatanganmu
Wahai pengembara
Roh...................
Ku genggam semua rasa mu
Ku rangkul semua dalam hati
Senyumku untuk dunia
Demi hadir kan semua rasa di hati
Ku tanggal kan sayap rapuh ku
Ku pasang sayap pemberian
Terbang menuju singgasana hatiku
Tuk mencari kehidupan
Zee......................
Teruslah terbang dalam pencarianmu
Jadikan rasaku sebagai suluhmu
Ingatlah
Ada tanda di singgasanaku
Sebentuk hati yang menunggumu
Roh......................
Kutunggu rasa mu dalam jiwa
Menanti ia jengukkan wajahnya dalam hatiku
kusematkan kan nama mu dalam aliran darahku
Tuk penghidup raga dan hati yang hampa.
Tunggu hadirku disana wahai peri cinta
Jakarta,14 april 2010
Langganan:
Postingan (Atom)