Minggu, 05 Agustus 2012

MENCARI LETAKKU

Meneliti remah remah penantian

membaca segunung asa

yang pernah kau ungkapkan

dulu

Entah tertinggal dimana aku kini

hingga tak dapat kulihat bayangmu

berusaha meraba jejakmu

mencium bau angin yang kau tinggalkan

tetap saja, aku tersesat

Keliru

Jika tak lagi suka, tinggalkanlah

atau inikah caramu mengasihiku

terlantarkan rasaku di sangkar lapuk ini

tinggalkan hatiku yang terluka

bak peri yang kusut sayapnya

meringkuk sepi diluar bingkai kekasihnya

Jakarta, 19 Mei 2010

MENCARI LETAKKU

Meneliti remah remah penantian 
membaca segunung asa 
yang pernah kau ungkapkan
dulu

Entah tertinggal dimana aku kini
hingga tak dapat kulihat bayangmu
berusaha meraba jejakmu
mencium bau angin yang kau tinggalkan
tetap saja, aku tersesat

Keliru

Jika tak suka lagi, tinggalkanlah
atau, inikah caramu mengasihiku
terlantarkan rasaku di sangkar lapuk ini
tinggalkan hatiku yang terluka
bak peri yang kusut sayapnya
meringkuk sepi diluar bingkai kekasihnya

MASIHKAH

Awalnya seperti sempurna,
rasa, jiwa ; melebur

Muncul kisah dulu, berurai derita,
celaka, malu ; aku

Sontakkan hati, perih
namun terima, tetap mencinta
takkan berubah
ucapmu ; kau

Masihkah aku, walau tak seperti suci peri peri


Masihkah kau
akan menggandengku dengan segala cerita itu
tuk telusuri mimpi kita

Masihkah, kau akan mengecupku bak kupu ?
lembut dan rela mati karena racunku

Masihkah..

Jakarta, 16 April 2010

Sabtu, 04 Agustus 2012

MEMELUK MIMPI

Sumringah tawa
Berkejaran di bawah langit senja
Memercik ombak pada jejak - jejak kita
Bercanda pada airmata yang luruh
Kau ; aku

Menyusuri rindang perdu
Menggandeng cinta dan rindu
Rasa tersampaikan hanya lewat pandangan dan senyuman
Kau ; aku

Memeluk malam bersama sama
Dalam dekap kasihmu yg hangat
Bersama manjaku yg ceria
Tak terukur segala rasa yg tercipta antara kita
Luluhkan rindu, leburlah dalam gemulai tarian jiwa

Jakarta, 16 Mei 2010

SHILUET GADIS SENJA

 Medio 2000

Setiap hari
bila sdh jam 18.00
ia berlari menuju dermaga,
tepatnya di sebuah pelantar dalam dermaga

Tak hirau akan jelingan petugas
yang sudah lali akan ulah rutinnya
hadir di situ saat senja melabuhkan tirainya
'ah,msh sempat' gumamnya

Diapun duduk menjuntai
"5..4..3..2..1.."
lagi2 dia tersenyum puas
akan ketepatan hitungannya dgn tenggelamnya sang surya
ditebarkan pesona senyumnya
yang hanya bsa dinikmati laut dan angin

Berdiri
melangkah pulang
tapi esok dia pasti dtg lagikarena cintanya pada senja

LELAKI DIBALIK JENDELA

Memandang dari balik jendela
rinai yang menjejak bumi
berirama sendu
sesendu hatinya yg kehilanganmu

Memerhati keramaian dari balik jendela
melihat namun kosong
sekosong hidupnya tanpa celotehmu

Menatap malam dari balik jendela
mengenang cerita
menghitung bintang bersamamu
menatapmu dalam setiap kenangannya
dari balik jendela

Hanya begitu inginnya
saat penglihatannya terenggut bersama waktu yg memanggilmu
seolah dgn begitu dia menemukanmu
dibalik jendela..jendela kenangannya

Jakarta, 13 Mei 2010

PESAN CINTA (Dialog zee n yoeky roh )

Roh................
Ku gantung kan sayap di tubuh
Terbang menuju ke alam fatamorgana
Dan saat hati berbicara
Kemana akan ku cari seuntai bahagia

Walau tahu semua bagaikan semu
Tetap berharap jadi nyata

Saat ku takut cinta menjadi hampa
Hati hanya mampu mengguman
Walau di relung hati hanya memimpi akan cinta

Zee..................
Terbanglah
Gapai apa yang menjadi inginmu
Kan ku kirim sayap sayapku mengiringimu
Agar tak terjatuh saat milikmu rapuh

Raihlah
Yang semu akan menjadi nyata
Mimpi akan jadi realita
Jika kau terus tangguh dan berusaha

Tersenyumlah
Karena aku ada di sana
Tuk menyambut kedatanganmu
Wahai pengembara

Roh...................
Ku genggam semua rasa mu
Ku rangkul semua dalam hati
Senyumku untuk dunia
Demi hadir kan semua rasa di hati

Ku tanggal kan sayap rapuh ku
Ku pasang sayap pemberian
Terbang menuju singgasana hatiku
Tuk mencari kehidupan

Zee......................
Teruslah terbang dalam pencarianmu
Jadikan rasaku sebagai suluhmu

Ingatlah
Ada tanda di singgasanaku
Sebentuk hati yang menunggumu

Roh......................
Kutunggu rasa mu dalam jiwa
Menanti ia jengukkan wajahnya dalam hatiku
kusematkan kan nama mu dalam aliran darahku
Tuk penghidup raga dan hati yang hampa.

Tunggu hadirku disana wahai peri cinta

Jakarta,14 april 2010